Selasa, 03 Desember 2013

Motivasi Menciptakan Suasana Belajar yang Fun (menyenangkan)

Motivasi Menciptakan Suasana Belajar Yang Fun

          Motivasi tidak sama dengan motif, meskipun akar katanya sama yaitu "motivum". Namun motifasi dapat dipahami sebagai suatu variabel penyelang yanga digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu seperi membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. sedangkan motif dipahami sebagai keadaan keteganagan didalam individu, yang membangkit, memlihara, dan mengarah ketingkah laku menuju suatau tujuan. Dari penelitian-penelitian menunjukan bahwa sukses belajar tidak hanya tergantung pada inteligensi anak, tetapi tergantung pada banyak hal diantaranya motii-motifnya, upaya menimbulkan tindakan belajar yang bermotif adalah penting. Siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk belajar dengan harapan, bahwa belajar akan memperoleh hasil. siswa harus memberikan perhatikan pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian intruksional. Bila siswa memperhatikaninformasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.

        Misalnya guru memberikan pujian atau hadiah bagi siswa yang menunjukan usaha yang baik, memberikan angka tinggi terhadapprestasi yang dicapai, dan tidak menyalahkan pekerjaan tatu jawaban dari siswa secara terbuka, tidak menghukum siswa didepan kelas, menciptakan belajar yang menarik dan kesenangan pada siswa, dari sini kita sebagai guru akan tahu untuk mencipatakan susasana belajar yang menyenagkan dan tidak membuat siswa merasa bosan. Dengan adanya motivasi dari gurunya, siswa  akan semangat untuk belajar. Adakalanya guru membangkitkan dorongan, desire, incentive, atau iradah murid untuk aktif ambil bagian dalam kegiatan belajar (Rasyad, 2003:92).

      Motivasi belajar juga penting diketahui oleh guru, karena pemahaman dan pengetahuan motivasi belajar siswa bermanfaat bagi guru untuk : (1) membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat belajar siswa untuk belajar sampai berhasil, membangkitkan belajar siswa yang tidak semangat, (
2) memahami motivasi siswa yang  bersifat separti acuh tak acuh ada yang memusatkanperhatianya pada pelajaran, (3) meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara macam-macam peran dalam pendekatan belajar sesuai dengan mata ajar yang menjadi tanggung jawabnya, (4) memberikan peluang bagi guru untuk memantapkan unjuk kerja konteks rekayasa pendagogis sehingga guru harus membuat siswa berhasil dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA : Bobbi Deporter (1999). Quantum Learning: Membiasakan belajar nyaman dan menyenagkan. Ahli Bahasa: Alwiyah Abdurrahman.Bandung: Kaifa.


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

Nama      : Poppy Rachmatika A
Nim         : 118620600188
Falkutas  : FKIP/PGSD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar